Pilih Hubungan Terlebih Dahulu
Alih-alih menghafal akhiran sebagai aturan tata bahasa yang terisolasi, perhatikan hubungan antara kedua ide Anda.
Apakah Anda ingin memberikan alasan? Menunjukkan pertentangan? Menetapkan kondisi? Menyatakan tujuan?
Kalimat awal yang sama (seperti "Saya lapar") akan menggunakan kata penghubung yang sama sekali berbeda tergantung pada apa yang ingin Anda katakan selanjutnya. Dengan memutuskan hubungan terlebih dahulu, memilih akhiran yang tepat menjadi jauh lebih mudah.
Alasan vs. Pertentangan
Saat Anda menghubungkan fakta dengan hasil alami atau yang diharapkan, gunakan kata penghubung alasan seperti -아서/-어서 .
Saat hasilnya tidak terduga atau berlawanan dengan fakta pertama, gunakan kata penghubung pertentangan seperti -지만 .
Hubungan · Kalimat 1 · Kalimat 2 · Kalimat Terhubung
Alasan · 배가 고파요. · 밥을 먹어요. · 배가 고파서 밥을 먹어요.
Pertentangan · 배가 고파요. · 기다려요. · 배가 고프지만 기다려요.
Kondisi vs. Konsesi
Untuk menyatakan bahwa suatu tindakan harus terjadi hanya jika suatu situasi benar, gunakan kata penghubung kondisi -(으)면 .
Untuk menyatakan bahwa suatu tindakan akan terjadi terlepas dari situasinya, gunakan kata penghubung konsesi -아도/-어도 .
Hubungan · Kalimat 1 · Kalimat 2 · Kalimat Terhubung
Kondisi · 비가 와요. · 우산을 쓰세요. · 비가 오면 우산을 쓰세요.
Konsesi · 비가 와요. · 밖에 나가요. · 비가 와도 밖에 나가요.
Bandingkan konsep yang sama dengan rasa lapar:
Kondisi: 배가 고프면 먼저 드세요. (Jika Anda lapar, makanlah terlebih dahulu.)
Konsesi: 배가 고파도 조금만 기다리세요. (Meskipun Anda lapar, tunggulah sebentar.)
Tujuan vs. Tindakan Bersamaan
Saat Anda melakukan satu tindakan untuk mencapai tujuan, gunakan kata penghubung tujuan -(으)려고 .
Saat Anda hanya melakukan dua tindakan di waktu yang sama persis tanpa salah satu menjadi tujuan dari yang lain, gunakan kata penghubung bersamaan -(으)면서 .