Konteks adalah Kunci
Kata kerja tidak beraturan tidak berubah dalam setiap situasi.
Biasanya bergantung pada akhiran yang Anda lampirkan. Akhiran yang dimulai dengan konsonan sering kali mempertahankan bentuk dasar, sementara akhiran yang dimulai dengan vokal biasanya memicu perubahan.
Anda tidak bisa menebak apakah suatu kata tidak beraturan hanya dengan melihat bentuk kamusnya. Anda harus mempelajari kata-kata umum beserta bentuk konjugasinya.
Meninjau ㄷ, ㅂ, dan ㅅ
Jika diikuti oleh vokal
ㄷ berubah menjadi ㄹ: 듣다 → 들어요
ㅂ berubah menjadi 우/오: 춥다 → 추워요
ㅅ dihilangkan: 짓다 → 지어요
Ingatlah bahwa kata kerja beraturan dengan huruf akhir yang sama tetap mempertahankan bentuknya. Sebagai contoh:
Bentuk Kamus · Bentuk Konjugasi
닫다 · 닫아요
입다 · 입어요
씻다 · 씻어요
Meninjau 르, ㅎ, dan ㄹ
Perubahan Vokal dan Konsonan Spesifik
르 menambahkan ㄹ tambahan: 부르다 → 불러요
ㅎ dihilangkan dan mengubah vokalnya: 파랗다 → 파래요
ㄹ dihilangkan sebelum ㄴ, ㅂ, atau ㅅ: 살다 → 사세요
Kata kerja beraturan dengan bentuk serupa tidak mengalami perubahan ini. Sebagai contoh, 좋다 (baik) mempertahankan bentuknya dan cukup menjadi 좋아요 .
Kesalahan Umum: Terlalu Banyak Menerapkan Aturan
Karena kata kerja tidak beraturan sangat sering digunakan, pemula terkadang tidak sengaja menerapkan aturan tidak beraturan pada kata kerja beraturan.
닫다 (menutup) adalah kata kerja beraturan. Jangan katakan 달아요 . Seharusnya 닫아요 .
씻다 (mencuci) adalah kata kerja beraturan. Jangan hilangkan ㅅ. Seharusnya 씻어요 .
Selalu pelajari kata kerja sebagai pasangan: bentuk kamus dan bentuk dasar saat ini. Ini menghilangkan keraguan.