Peran Ejaan dan Bunyi
Ejaan memberikan bentuk tertulis yang tetap sehingga Anda dapat mengenali sebuah kata. Ucapan sebenarnya dibentuk oleh bunyi-bunyi di sebelahnya, sehingga huruf akhir yang sama dapat terdengar berbeda dalam konteks.
Kursus ini dimulai dengan pertemuan bunyi akhir dan bunyi awal berikutnya. Tetap lihat ejaan normalnya saat memprediksi dan menyimak bunyi alaminya.
Dua sudut pandang
Ejaan: bentuk yang Anda baca dan tulis.
Bunyi: bentuk yang Anda dengar dalam ucapan bersambung.
Tiga Posisi dalam Suku Kata
Suku kata bahasa Korea dapat dilihat melalui tiga posisi: bunyi pertama (초성), vokal tengah (중성), dan bunyi akhir (종성). Posisi akhir menjadi titik awal utama di sini karena dapat bertemu dengan bunyi pertama suku kata berikutnya.
Kita akan menyebutkan lingkungan di sekitarnya tanpa perlu menghafal semua aturan berikutnya sekarang.
Peta menyimak
Bunyi pertama: konsonan pembuka.
Bunyi tengah: vokalnya.
Bunyi akhir: posisi penutup ketika sebuah suku kata memilikinya.
Peta Ejaan dan Bunyi yang Terverifikasi
Tabel ini menempatkan ejaan dan bunyi berdampingan. Bentuk dalam tanda kurung siku hanya merupakan panduan menyimak; jangan menulis ulang kata dengan cara itu. Setiap alasan hanyalah pengamatan pada tingkat peta. Aturan terperinci untuk lingkungan ini akan dibahas dalam pelajaran berikutnya.
Ejaan · Bunyi · Mengapa
국물 · [궁물] · Bunyi akhir bertemu dengan bunyi sengau di sebelahnya.
옷이 · [오시] · Konsonan akhir bertemu dengan vokal berikutnya.
학교 · [학꾜] · Konsonan di sebelahnya dapat memperkuat bunyi berikutnya.
같이 · [가치] · 이 yang mengikuti dapat memengaruhi konsonan sebelumnya.
좋아요 · [조아요] · ㅎ di antara vokal dapat melemah atau menghilang.