Aturan Pola Dasar: -(으)ㄹ 뻔했다 (Hampir)
Pola ini menyatakan bahwa suatu peristiwa atau tindakan hampir terjadi, namun pada akhirnya tidak. Pola ini digunakan untuk menggambarkan "kejadian yang hampir terjadi" dan sering kali menyiratkan rasa lega.
Arti & Penggunaan
Arti: "Hampir melakukan [kata kerja]" atau "hampir saja [melakukan kata kerja]."
Kapan digunakan: Gunakan untuk membicarakan kejadian yang hampir terjadi, baik yang bersifat negatif (seperti hampir mengalami kecelakaan) maupun positif (seperti hampir melewatkan kesempatan bagus).
Pembentukan
Pola ini selalu melekat pada kata kerja dasar dan selalu digunakan dalam bentuk lampau.
Kata kerja dasar berakhiran vokal atau ㄹ: Tambahkan -ㄹ 뻔했다.
가다 (pergi) → 갈 뻔했다
울다 (menangis) → 울 뻔했다
Kata kerja dasar berakhiran konsonan (kecuali ㄹ): Tambahkan -을 뻔했다.
늦다 (terlambat) → 늦을 뻔했다
먹다 (makan) → 먹을 뻔했다
늦을 뻔했어. / 속을 뻔했어. / 울 뻔했어. / 넘어질 뻔했어.
Nuansa Penutur Asli: Mengekspresikan Kelegaan & Hiperbola
Pola ini lebih dari sekadar pernyataan fakta; pola ini sarat dengan emosi, biasanya kelegaan.
Perasaan Saat Hampir Terjadi Sesuatu
-(으)ㄹ 뻔했다 menekankan perasaan saat berhasil menghindari hasil negatif. Untuk memperkuat perasaan ini, orang Korea sering menambahkan kata keterangan seperti 하마터면 (hampir) atau 자칫하면 (jika segalanya berjalan salah) di awal kalimat.
하마터면 늦을 뻔했어요. (Saya hampir saja terlambat.)
Hiperbola (Melebih-lebihkan)
Pola ini sering digunakan untuk efek dramatis atau melebih-lebihkan. Ketika seseorang mengatakan 죽을 뻔했어 (Saya hampir mati), mereka mungkin tidak menghadapi situasi yang mengancam jiwa. Mereka mungkin hanya mengungkapkan bahwa mereka sangat takut, lelah, atau terlalu banyak bekerja.
심장마비 올 뻔했어. (Saya hampir terkena serangan jantung.) - Digunakan saat sangat terkejut atau kaget.
포기할 뻔했어. (Saya hampir menyerah.) - Digunakan untuk menekankan betapa sulitnya sesuatu.