Aturan Pola Dasar: Menghubungkan Pengamatan dengan Hasil
Pola -더니 digunakan untuk menghubungkan dua klausa, di mana klausa pertama adalah tindakan atau keadaan yang diamati atau dialami langsung oleh pembicara, dan klausa kedua adalah perubahan atau peristiwa selanjutnya yang terjadi.
Arti & Penggunaan
Arti: Diterjemahkan menjadi "(Saya melihat/mengalami) X, lalu Y terjadi" atau "karena X, Y terjadi." Ini menekankan bahwa pembicara melaporkan sesuatu yang mereka saksikan secara pribadi.
Kapan digunakan: Gunakan untuk menunjukkan hubungan sebab-akibat, urutan peristiwa, atau kontras antara pengamatan masa lalu dan situasi saat ini.
Pembentukan
Tempelkan -더니 langsung ke kata dasar kata kerja atau kata sifat, terlepas dari apakah diakhiri dengan vokal atau konsonan.
먹다 (makan) → 먹더니
공부하다 (belajar) → 공부하더니
오다 (datang) → 오더니
Untuk menunjukkan bahwa tindakan pertama sudah selesai, Anda dapat menggunakan bentuk lampau -았/었더니.
먹었다 (makan) → 먹었더니
열심히 공부하더니 합격했어. / 비가 오더니 갑자기 추워졌어. / 아기가 울더니 잠들었어요.
Siapa Subjeknya? (Orang ke-1 vs. ke-3)
Aturan penggunaan -더니 berubah tergantung pada subjek kalimat. Ini adalah poin kunci untuk menggunakannya dengan benar.
Subjek Orang Ketiga (dia, mereka, itu)
Ketika subjeknya adalah orang atau benda lain, subjek klausa pertama dan kedua harus sama. Pembicara hanyalah seorang pengamat.
(그가) 열심히 공부하더니 (그가) 합격했어요. → (Dia) belajar dengan giat, lalu (dia) lulus.
Subjek Orang Pertama (saya, kami)
Ketika subjek klausa pertama adalah pembicara (나 atau 우리), pola ini hampir selalu digunakan dalam bentuk lampau, -았/었더니.
Klausa kedua menggambarkan fakta, penemuan, atau hasil baru yang disadari pembicara setelah melakukan tindakan tersebut. Subjek klausa kedua bisa berbeda dari yang pertama.
(내가) 약을 먹었더니 (내 몸이) 좋아졌어요. → (Saya) minum obat, dan (hasilnya, saya merasa) tubuh saya membaik. Subjek tetap sama ('saya').